Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Legenda

Legenda awal peradaban Cina/Tiongkok

Asal usul bangsa dan legenda awal peradaban Cina China telah menorehkan jejak panjang berisi perjalanan sejarah kebudayaan yang tak pernah terputus sejak ribuan tahun yang lalu. Dalam filsafat maupun seni budaya dan sejarah lokal, China memiliki segudang karya besar yang melegenda. Pergantian pemerintahan dari banyak dinasti tidak membiaskan kebudayaannya dan bahkan masih bertahan hingga saat ini. Kemunculan peradaban China tidak akan terlepas dari para pendahulu yang menjadi peletak dasar kebudayaannya. Maka hingga saat ini, semakin banyak penelitian yang dilakukan para ahli demi mengkaji lebih jauh tentang fakta asal-usul bangsa China. Dan selain penelitian ilmiah, berbagai legenda serta mitologi masyarakat mengiringi perjalanan sebuah kepercayaan tradisional bangsa China tentang siapa dan dari mana nenek moyangnya berasal. PENDAHULUAN Peradaban China merupakan salah satu peradaban tertua yang hingga saat ini masih dapat dirasakan keberadaannya dan memberi konstelasi besar dalam perk...

Nian, adalah monster pemakan manusia (legenda cina kuno)

Legenda mengatakan bahwa pada jaman dahulu dunia dipenuhi dengan binatang-binatang buas dan berbahaya. Diantara mereka terdapat sebuah monster yang sangat besar, Nian. Nian mempunyai kebiasaan memulai makan manusia tepat pada malam tahun baru. Nian mempunyai mulut yang sangat besar yang dapat menelan banyak orang sekaligus dalam sekali lahap, sehingga tidak heran jika penduduk menjadi amat takut kepadanya. Pada suatu hari, ada seorang tua yang datang untuk menolong mereka. Beliau menawarkan diri untuk menaklukkan sang monster Nian. Walaupun setengah percaya, penduduk setuju. Maka orang tua itu pun mencari Nian. Pada saat bertemu Nian, Nian masih terlelap tidur, orang tua itu berteriak, “Nian bangun! Saat ini adalah malam tahun baru. Bangun!” Mendengar teriakan itu, Nian pun bangun. “Jadilah baik dan buang sifat jahatmu. Hentikan kebiasaanmu memakan manusia”, kata orang tua itu. “Ha, ha, ha. Hai orang tua, kamu telah menghantarkan dirimu. Tidakkah kamu takut aku akan ...