Langsung ke konten utama

Legenda awal peradaban Cina/Tiongkok


Asal usul bangsa dan legenda awal peradaban Cina


China telah menorehkan jejak panjang berisi perjalanan sejarah kebudayaan yang tak pernah terputus sejak ribuan tahun yang lalu. Dalam filsafat maupun seni budaya dan sejarah lokal, China memiliki segudang karya besar yang melegenda. Pergantian pemerintahan dari banyak dinasti tidak membiaskan kebudayaannya dan bahkan masih bertahan hingga saat ini. Kemunculan peradaban China tidak akan terlepas dari para pendahulu yang menjadi peletak dasar kebudayaannya. Maka hingga saat ini, semakin banyak penelitian yang dilakukan para ahli demi mengkaji lebih jauh tentang fakta asal-usul bangsa China. Dan selain penelitian ilmiah, berbagai legenda serta mitologi masyarakat mengiringi perjalanan sebuah kepercayaan tradisional bangsa China tentang siapa dan dari mana nenek moyangnya berasal.

PENDAHULUAN
Peradaban China merupakan salah satu peradaban tertua yang hingga saat ini masih dapat dirasakan keberadaannya dan memberi konstelasi besar dalam perkembangan peradaban dunia. Salah satu fase yang sering disebutkan sebagai awal mula China adalah fase atau Zaman Remang-Remang. Pada masa ini tidak ada bukti ril tentang kisah perjalanan sejarah sebagaimana pada masa dinasti yang telah didokumtasikan dalam berbagai penemuan dan karya tertulis. Maka dalam mempelajari sejarah masa ini, kita akan mengkaji beberapa kisah dan legenda yang berkembang pada masyarakat China saat ini, selain didukung oleh beberapa penelitian kontemporer mengenai asal-usul bangsa China.
Kepercayaan tradisional yang diturunkan secara lisan memang bukan termasuk sumber primer, mengingat unsur subjektivitas dan redaksi yang selalu mengalami perubahan seiring perkembangan zaman. Namun, dengan memandang bahwa pentingnya memahami pola pikir atau cara pandang masyarakat China dalam memahami siapa leluhur dan bagaimana asal peradabannya, dan kemudian disertai komparasi ilmiah dari beberapa penelitian, maka pembahasan ini akan menjadi sebuah topik menarik untuk kita kaji lebih jauh.

SEJARAH LELUHUR BANGSA CHINA DAN LEGENDA SEPUTAR ASAL-USULNYA
J.J.Honingman dalam Koentjaraningrat (1990:186) menyebutkan bahwa ada tiga gejala kebudayaan yang disebut sebagai wujud dari kebudayaan yaitu sistem budaya (ideas), sistem sosial (activities) dan kebudayaan fisik (artifacts). Dengan mengacu pada pemikiran tersebut, Koentjaraningrat menyatakan bahwa kebudayaan merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan serta hasil fisik yang dibuat oleh manusia dalam masyarakat melalui proses belajar (Koentjaraningrat, 1974; 1990). Peradaban China yang ada dan kebudayaan yang diwariskan hingga saat ini menyadarkan bahwa manusia tidak langsung menjadi bangsa beradab, hal ini juga membawa bangsa China terhadap sebuah cara pandang mengenai asal-usul negerinya.
Sejarah China tercatat dalam rekod-rekod sejarah tradisional yang wujud sejak dari zaman Tiga Tokoh Mulia dan Lima Maharaja pada sekitar 5,000 tahun dahulu, dan disokong oleh rekod-rekod arkeologi yang wujud sejak abad ke-16 SM (wikipedia, 2012). Proses-proses perubahan dari manusia awal hingga manusia yang beradab mengalami sebuah perjalanan panjang sejarah yang tidak akan terekam dalam sebatas khasanah pengetahuan saat ini.

Mitologi China Mengenai Penciptaan Alam
       Xuan Tong seorang tokoh Tionghoa, dalam tulisannya mengkategorikan mitos-mitos penciptaan yang ada pada bangsa China lebih bersifat filosofis seperti yang termaktub dalam kitab Yi Jing.     
       Legenda Pan Ku dipercaya timbul pada masa pasca dinasti Han. Dalam buku History of China, Taniputera mendeskripsikan bahwa berdasarkan legenda ini, segala sesuatu yang mulanya kacau balau memunculkan dua buah kekuatan atau energi, yakni Yin dan Yang. Pasangan energi ini melahirkan sesosok raksasa yang bernama Pan Ku, dimana dipercayai bahwa komponen bumi ini berasal dari bagian tubuhnya yang telah terpecah.
       Kisah penciptaan lainnya melibatkan seorang dewi bernama NuWa yang sering disebut dewi leluhur suku bangsa China, konon ia menggunakan tanah liat untuk membentuk bangsa kulit kuning yang paling dini di wilayah timur. Alkisah kerena peperangan antara Zhu Rong (dewa api) dan naga Gong Gong (dewa air), langit menjadi koyak dan NuWa segera menambal langit yang sobek tersebut dan mengakhiri penderitaan umat manusia (Taniputera, 2009:48).
Di balik mitologi yang terkadang sangat sulit dicerna akal, setidaknya dalam kisah PanKu ataupun NuWa ada aliran sungai sejarah yang panjang. Sama halnya orang yang hanya dapat merindukan sosok PanKu atau Nuwa dalam cerita dongeng, hulu-sumber prasejarah asal-usul orang China tersebut bagi mereka yang mempercayai mitos ini baru bisa mengandalkan imajinasi dan estimasi dalam menyentuh gambaran gambaran yang redup.

Penguasa-penguasa Legendaris Zaman Dongeng
Dari legenda tiga raja lima kaisar dan catatan kitab sejarah, orang China menganggap dirinya sebagai anak cucu raja Yan dan kaisar Huang Di, kaisar Kuning yang pernah hidup di wilayah perairan sungai Kuning (Hua Feng, 2009).
Legenda-legenda China kuno mengungkapkan sedikit penjelasan bagaimana masyarakat pada jaman itu hidup. Seperti pemikiran Ibnu Khaldun bahwa “ada lingkaran perubahan tingkatan sosial atau solidaritas kelompok dalam kehidupan sehari-hari”. Dimana pada masa itu, manusia China awal harus hidup bersama dan memanfaatkan kemampuan bersamanya untuk dapat bertahan hidup dan menghadapi kondisi alam yang tidak bersahabat. Dari sekitar perairan Sungai Kuning, mereka mulai membetuk kebudayaan sebagai cikal bakal peradaban China yang besar. Ini juga dapat dikaitkan sebagai wujud dari teori Challenge And Response dari Arnold J.Toynbee.
Kelompok kaisar legendaris pertama disebut Tiga Raja (Sanghuang) yang dikatakan hidup sekitar 3000 SM. Karena zaman ini merupakan zaman dongeng, para raja digambarkan sebagai makhluk-makhluk aneh yang memiliki tubuh separuh manusia dan naga. Ketiga kaisar ini adalah Shui Ren, Fuxi dan Shennong.
Setelah zaman Tiga Raja, mulai dikenal masa kepemimpinan Lima Kaisar yaitu Huang Di, Zhuan Xu, Diku, Yao, dan Shun. Yao dan Shun adalah kaisar yang berasal dari rakyat biasa. Memang pada masa dua kaisar ini, pergantian kaisar tidak sampai mendirikan dinasti, bahkan tampuk kekuasaannya tidak diturunkan pada anak-anak mereka karena tidak ada yang dianggap pantas untuk memerintah wilayah itu (Rochiati, dkk, 2003: 33). Istilah ini disebut Chan Rang. Seperti yang Taniputera (2009:49) kemukakan,
...... kebiasaan ini diabadikan dalam legenda China kuno mengenai kaisar-kaisar legendaris yang melimpahkan kekuasaannya pada orang yang mereka anggap mampu dan tidak pada keturunannya sendiri.
Hal ini memperlihatkan adanya semangat demokrasi dalam literatur China kuno.

Penelitian Kontemporer Seputar Asal-usul Bangsa China
Pada era tahun 30an, ditemukan ‘manusia Peking’ di Zhou Kou Dian-Beijing yang oleh para ilmuwan dianggap sebagai leluhur umat manusia. Lalu ditemukan bahwa di dalam mata rantai fosil umat manusia zaman kuno China, terdapat sebuah missing link yang besar, sehingga manusia Peking yang menghebohkan dunia sama sekali tidak memiliki keturunan yang berlangsung hingga sekarang.
Pada 1987, ‘Weekly News’-AS telah memuat sebuah berita sensasional, ilmuwan meneliti DNA memperoleh sebuah kesimpulan bahwa ‘Hawa’ leluhur umat manusia berada di Afrika dan dipublikasikan: “Kita semua memiliki seorang nenek Afrika yang pernah hidup pada 150.000 tahun yang lalu, dan manusia zaman sekarang semuanya adalah keturunannya.”
Kemudian pada awal abad 21 ini, Li Jin seorang ahli genetika keturunan China yang kini menjabat di Universitas Texas, mengemukakan hipotesis bahwa separo nenek moyang bangsa Tionghoa merupakan Homo Erectus China yang mengadakan perkawinan silang dengan manusia-manusia yang datang dari Afrika. Untuk membuktikan hal tersebut, Li dan mahasiswanya mengumpulkan sample dari lebih 100.000 pria China. Namun dari seluruh sample tersebut tidak ditemukan adanya kromosom Y yang berbeda sendiri, sehingga dapat disimpulkan bahwa leluhur bangsa China seluruhnya merupakan keturunan para pendatang Homo Sapiens dari Afrika.
     Tentang asal usul manusia yang melewati evolusi dari makhluk primata telah menimbulkan pro-kontra, orang China pun sama saja sulit menerima ‘nenek Afrika’ yang tak jelas juntrungannya. Sedangkan yang diketahui setiap keluarga dan telah diwariskan turun temurun, sesudah awal penciptaan dimana dunia masih berada dalam keadaan chaos, orang Tionghoa memiliki seorang ibu pertiwi yang bernama NuWa.
       Kemajuan teknologi dan semakin merebaknya penelitian yang dilakukan, mulai membuka pemikiran baru yang kemudian membagi manusia terhadap persepsinya masing-masing, sesuai pandangan dan kepercayaannya.

PENUTUP
Berbagai kisah dan legenda mengiringi sejarah awal Cina. Sejarah sebelum masa dinasti sebagaimana yang kami kaji memang rumit oleh kurangnya tulisan pada periode ini dan dokumen-dokumen pada masa sesudahnya yang mencampurkan fakta dan fiksi, maka dari itu sering yang menyebutnya sebagai zaman dongeng. Namun hal ini sepertinya justru menarik perhatian para peneliti untuk melakukan riset ilmiahnya seputar asal-usul bangsa China hingga melahirkan berbaga hipotesis.
Dipikir lebih mendalam, semestinya bukanlah suatu kebetulan, pada abad 21 ini, pertunjukan “Shen Yun Divine Performing Arts” yang menggemparkan dunia. Hal ini menyiratkan bahwa China memang banyak melahirkan berbagai falsafah dan kepercayaan tradisional mereka banggakan dan berusaha untuk mereka pertunjukan pada dunia. 

Sumber: sejarah RRT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nian, adalah monster pemakan manusia (legenda cina kuno)

Legenda mengatakan bahwa pada jaman dahulu dunia dipenuhi dengan binatang-binatang buas dan berbahaya. Diantara mereka terdapat sebuah monster yang sangat besar, Nian. Nian mempunyai kebiasaan memulai makan manusia tepat pada malam tahun baru. Nian mempunyai mulut yang sangat besar yang dapat menelan banyak orang sekaligus dalam sekali lahap, sehingga tidak heran jika penduduk menjadi amat takut kepadanya. Pada suatu hari, ada seorang tua yang datang untuk menolong mereka. Beliau menawarkan diri untuk menaklukkan sang monster Nian. Walaupun setengah percaya, penduduk setuju. Maka orang tua itu pun mencari Nian. Pada saat bertemu Nian, Nian masih terlelap tidur, orang tua itu berteriak, “Nian bangun! Saat ini adalah malam tahun baru. Bangun!” Mendengar teriakan itu, Nian pun bangun. “Jadilah baik dan buang sifat jahatmu. Hentikan kebiasaanmu memakan manusia”, kata orang tua itu. “Ha, ha, ha. Hai orang tua, kamu telah menghantarkan dirimu. Tidakkah kamu takut aku akan ...

Cara buat kode embed video Facebook ditanamkan ke situs blog mobile

Dengan sematan pemutar video, Anda dapat menambahkan video Facebook dan video siaran langsung Facebook ke situs web Anda secara mudah. Anda dapat menggunakan kiriman video publik yang dikirimkan oleh Halaman atau seseorang sebagai sumber video atau video siaran langsung. Konfigurator Sematan Pemutar VideoContoh KodePengaturanMenambahkan Kode Secara Manual Langkah demi Langkah: 1. Pilih URL atau Halaman Pilih URL dari video Facebook yang ingin Anda sematkan. 2. Konfigurator Kode Tempelkan URL ke Konfigurator Kode dan klik tombol "Dapatkan Kode" untuk menghasilkan kode sematan pemutar video Anda. 3. Salin & Tempelkan snippet HTML Salin dan tempelkan snippet ke dalam HTML situs web tujuan. Konfigurator Sematan Pemutar Video URL video https://www.facebook.com/facebook/videos/10153231379946729/ Lebar pixel dari video 500  Sertakan postingan lengkap Dapatkan Kode Contoh Kode Lengkap Salin & tempelkan contoh kode ke situs web Anda. Sesuaikan nilai data-href ke URL video Anda...

Kisah ni si ucok, Salawar namarikat pinggang nasian bayon uju marliturgi digareja.

On ma pengalaman ni si Ucok tikki ari pesta/natal . Molo jumpang songonon bulan dua bolas, dimasa Ni Natal pintor terbayang do SI ucok tikki kalas 4 SD, uju dihuta hatubuanna.  Sebelum dapot malam Natal Tgl 25 Desember, maronan ma inongkon di boan ma kopi saotik songon tiga-tigana, laho manuhor baju Natalhu (inna rohakku). - Aupe attong hu paburju nakarejo i, mamahan babi, manussi piring, manapu alaman dohot palobuhon manuk. . Tuhoron ni inong do ra annon dohot sipatukku ninna rohangku, sambil hu hapal-hapal liturgi kon sasahali. - Jempet hata dohonon mulak ma inongkon sian onan, pintor husukkun ma inongkon Ucok: " warna na ahado di Tuhor ho inong bajukki ?" Inong : " Ee...siappudan hu on nian tahe bah ,so adong hu tuhor manang na aha amang !, holan timbaho pulos-pulos ni among mu do ni, miak lampu, dohot gulamo si bollang mata, so sadia tuhorni koppitta i. sabbil tarilu-ilu hubereng inongon au pe laos lungun rohakku. - Dang sadia leleng roma angka dongan, mangajak au la...